Friday, December 5, 2014

Ini Ibu Budi (This is Budi's Mother) - My First Bahasa Indonesia Sentence

When I was in the elementary school, the first sentence that I learn is more or less like the title or being expanded into family members, such as the following:

Saat saya di sekolah dasar, kalimat pertama yang saya pelajari lebih kurang sama dengan judul diatas atau dikembangkan lagi mejadi anggota keluarga, contohnya sebagai berikut:
  • Ini ibu Budi : This is Budi's mother
  • Ini bapak Budi : This is Budi's father
  • Ini kakek Budi : This is Budi's grandfather
  • Ini nenek Budi : This is Budi's grandmother
Then the list could go to uncle (paman/om), aunt (bibi/tante), big brother/sister (kakak), little brother/sister (adik), etc. 

Kemudian daftarnya memanjang menjadi paman/om (uncle), bibi/tante (aunt), kakak (big brother/sister), adik )little brother/sister), dan sebagainya.

Eventhough I am Indonesian, but my mother tongue is not Bahasa Indonesia, it is Javanese (Bahas Jawa) since I was born from both Javanese parents. So, believe it or not, I was studying Bahasa Indonesia the same as I was studying English, in schools. The differences are, we started to study Bahasa Indonesia earlier, and we are using it as communication media in schools or public offices, or in cities. English is not being studied until we are in junior secondary, and it is rarely being used, even in English classrooms.

Walaupun saya orang Indonesia, tetapi bahasa ibu saya tidak Bahasa Indonesia, tetapi Bahasa Jawa (Javanese) karena saya dilahirkan dari kedua orang tua Jawa. Jadi bisa percaya atau tidak saya mempelajari Bahasa Indonesia seperti mempelajari Bahasa Inggris, di sekolah. Perbedaannya adalah, kami mulai belajar Bahasa Indonesia lebih awal, dan kami menggunakannya sebagai alat komunikasi di sekolah, kantor pemerintah, ataupun di kota-kota. Bahasa Inggris mulai dipelajari saat Sekolah Menengah Pertama, dan jarang digunakan, bahkan di kelas-kelas Bahasa Inggris.

About Mastering Bahasa Indonesia

I first started this blog as a promotion tool of my translation service called Kamoo (means You), as the time goes by I found out that not so many clients came to me may be due to very low impression for this blog. So I decided to change a bit about the nature of this site, the translation service will still be the one point, this is to get me still connected with the real world, if there are any interpretation job, hehehe. The second highlight of this blog is that it will focus on providing information for expats or anyone on how to learn Bahasa Indonesia, hopefully the visitors will increase and then opportunities might come, who knows :)

Saya pertama kali memulai blog ini sebagai sebuah alat promosi untuk jasa terjemahan saya yang bernama Kamoo (artinya Kamu), seiring berjalannya waktu saya menemukan bahwa tidak banyak klien yang datang ke saya mungkin dikarenakan impresi/penayangan blog ini yang rendah. Jadi saya memutuskan untuk mengubah sedikit tentang situs ini, jasa terjemahan tetap akan menjadi poin penting, hal ini untuk membuat saya tetap terhubung dengan dunia nyata, jika ada pekerjaan interpretasi , hehehe. Penekanan kedua dari blog ini adalah akan berfokus pada penyediaan informasi untuk bagaimana ekspatriat belajar Bahasa Indonesia, harapannya pengunjung akan meningkat dan kesempatan akan datang, siapa yang tahu :)

I have five years experience becoming translator for an expat working in education developing agency. I also provide services for companies such as Nyonya Meneer and development agencies in Indonesia.

Saya memiliki penglaman 5 tahun sebagai penterjemah (lisan dan tulisan) untuk seorang ekspat yang berkeja di sebuah lembaga donor di bidang pendidikan. Saya juga memberikan jasa untuk perusahaan seperti Nyonya Meneer dan juga lembaga donor di Indonesia.